Sejarah

  1. Sejarah Berdiri dan Kemunduran

SMP Muhammadiyah 1 Depok resmi di dirikan pada tanggal 1 Januari 1968. di prakarsai oleh Drs. Iskandar dan S. Subagya. Sebagai kepala sekolah pertama adalah S. Subagya. Adapun tokoh-tokoh awal atau perintis lainnya yang memiliki kontribusi pendirian SMP tersebut adalah H. Muh. Djaeri, Yitno Diarji, Akhirman dan H. Barmadi, BSc. Bangunan fisik SMP berdiri di atas tanah wakaf dari keluarga Sono dan Yitno Diarji. Karena itu, SMP Muhammadiyah 1 Depok merupakan satu-satunya SMP Muhammadiyah yang berada di Kecamatan Depok yang berdiri di atas tanahnya sendiri. 

Perkembangan berikutnya, SMP Muhammadiyah 1 Depok mengalami kemajuan yang pesat dari segi kualitas dan kuantitas peserta didik. Tepatnya, di tahun 1985, SMP Muhammadiyah 1 Depok memiliki 15 kelas paralel. Di bidang prestasinya pun memiliki catatan prestasi yang unggul. Untuk konteks Kabupaten Sleman, SMP Muhammadiyah 1 Depok merupakan sekolah yang paling favorit dan berprestasi. Terutama di bidang olah raga. Hampir tiap tahun meraih juara pertama dalam even PORSENI.

Di tengah perkembangan yang begitu pesatya, kepala sekolah S. Subagya meninggal, dikarenakan kecelakaan. Tepatnya tanggal 17 Agustus 1990. semenjak kecelakaan tersebut prestasi SMP Muhammadiyah 1 Depok dari tahun ke tahun menglami penurunan dari segi kualitas dan kuantitas. Walaupun masih tetap eksis, akan tetapi puncak kejayaannya mulai surut dan pudar.

Kepemimpinan S. Subagya digantikan oleh Pjs. H. Barmadi, B.Sc yang kemudian digantikan oleh kepala sekolah definitif Bahrudin. Selang tidak begitu lama, dikarenakan ”permasalahan” internal, Bahrudin digantikan oleh H. Surame S. W. Perkembangan selanjutnya semakin memprihatinkan. Hingga akhirnya, demi menyelamatkan dan menyehatkan kondisi SMP Muhammadiyah 1 Depok, di tahun 2005 Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Depok mengambil kebijakan untuk dilakukan pendampingan dan pembinaan dari SMP Muhammadiyah 3 Depok—yang berdiri tahun 1981—karena itu, kepala sekolah dilimpahkan pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah SMP Muhammadiyah 3 Depok, yakni H. Surakhmad, S.Pd. kemudian, untuk kegiatan kesehariannya, SMP Muhammadiyah 1 Depok diamanatkan pelaksana harian (Plh) Nurwakhid Sudarta, S.Pd (salah satu guru SMP Muhammadiyah 1 Depok).

Kebijakan tersebut berlangsung hingga tahun 2009. perkembangan berikutnya, tepatnya di tahun ajaran 2008, merupakan puncak keterpurukan SMP Muhammadiyah 1 Depok. Dimana hanya mampu menerima murid baru yang berjumlah 10 siswa yang kemudian hanya bertahan 8 siswa. Keterpurukan tersebut mengakibatkan ”terancam”nya SMP Muhammadiyah 1 Depok untuk di tutup. Karena tidak memenuhi jumlah standar minimal siswa baru.

 

  1. Awal Perubahan

Namun, di pertengahan Tahun 2009, tepatnya pada tanggal 1 Juni 2009, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Depok kembali mengajukan solusi alternatif dengan menempatkan kepala sekolah definitif yang konsern dan secara totalilitas mencurahkan perhatiannya sepenuh-penuhnya untuk penyelamatan masa depan SMP Muhammadiyah 1 Depok. Selain Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Depok, juga tidak terlepas dari support dan atensi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah D. I. Yogyakarta melalui Majelis Dikdasmen PWM D. I. Yogyakarta. Mendukung sepenuhnya transformasi kepemimpinan dan manajemen SMP Muhammadiyah 1 Depok. Untuk selanjutnya dilantik secara resmi oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman.

Pilihan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Depok adalah guru muda SMP Muhammadiyah 3 Depok. Guru muda tersebut juga memiliki background Aktivis Muda Muhammadiyah di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (aktif sejak dari pimpinan ranting hingga Pimpinan Pusat IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (aktif sejak di komisariat hingga Pimpinan Cabang IMM Kab. Sleman). Kepala sekolah ”termuda” tersebut adalah Abdulah Mukti, S.Pd.I.

Disahkan sementara oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Depok tanggal 1 Juni 2009, mengagendakan pelbagai perubahan dan pengembangan SMP Muhammadiyah 1 Depok secara besar-besaran. Perubahan tersebut terangkum dalam program pengembangan dan perubahan SMP Muhammadiyah 1 Depok yang akan diurai secara khusus di bagian tersendiri.  Selanjutnya pada tanggal 2 Agustus 2009 dilantik secara resmi oleh Ketua PDM Kabupaten Sleman: Drs. H. Abdul Khalik Mukhtar, M.Si.

 

  1. Kosolidasi Internal dan Eksternal

Perubahan dan pengembangan SMP MUSADE di awali dengan mengkonsolidasikan team work SMP Muhammadiyah 1 Depok di kalangan internal (Guru dan Karyawan) dan keluarga besar SMP Muhammadiyah 1 Depok (Sesepuh, keluarga muaqqif, tokoh masyarakat dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kecamatan Depok). Puncaknya, pada tanggal 20 Juni 2009, seluruh stakeholders setelah melalui proses konsolidasi tersebut, duduk bersama membicarakan masa depan SMP Muhammadiyah 1 Depok.  Sebelumnya,  pada tanggal 13 Juni 2009 dari pihak Majelis Dikdasmen PWM DIY, Majelis Dikdasmen PDM Sleman, PCM Depok, PRM Maguwoharjo Utara dan Selatan beserta tokoh masyarakat dan sesepuh SMP berkumpul bersama mendiskusikan perubahan dan pengembangan SMP. Pada tanggal 20 Juni tersebut, momen perubahan dan pengembangan SMP dihadiri dan mendatangkan tokoh pendidikan nasional dan Ketua PP Muhammadiyah  yakni Prof Dr. H. Abdul .Malik Fadjar, M.Sc (mantan menteri agama dan menteri pendidikan) dan Prof. Suwarsih Madya, Ph.D (Kepala Dinas Pendidikan Propinsi D.IY).

Sehingga, tahun 2009 adalah tahun yang amat penting bagi SMP Muhammadiyah 1 Depok yakni meneguhkan perubahan dan pembenahan kualitas, manajemen dan program sekolah. Perubahan ini memiliki arti penting, mengingat kondisi sebelumnya mengalami keterpurukan di berbagai dimensi. Semangat perubahan dan pembenahan yang tersimpul dalam sebuah motto: berubah, berbenah dan inovatif.

 

Designed & Developed by Citraweb